Desa Pawalutan
Kecamatan Banjang, Kabupaten HULU SUNGAI UTARA
Gelar Rembuk Stunting, Pemdes Pawalutan Komitmen Cegah Stunting Sejak Dini
Pawalutan (Pemdes Pawalutan) – Pemerintah Desa (Pemdes) Pawalutan menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Kamis (2/7/2026) di Kantor Desa Pawalutan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, menyusun program prioritas, serta memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kepala Desa (Kades) Pawalutan, Bambang Hermansyah menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang harus ditangani secara serius karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut perkembangan otak, kesehatan, dan masa depan generasi penerus. Karena itu, upaya pencegahannya harus menjadi perhatian kita bersama dan dimulai sejak dini," ujar Bambang usai kegiatan rembuk stunting.
Ia menekankan bahwa Rembuk Stunting bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah untuk membangun komitmen bersama dalam menyusun langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan di Desa Pawalutan.
"Melalui forum ini, kita ingin memastikan setiap program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Semua pihak harus memiliki visi yang sama agar upaya pencegahan stunting berjalan efektif dan memberikan hasil yang nyata," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan pembahasan mengenai kondisi stunting di desa, evaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan, serta identifikasi berbagai faktor yang masih menjadi tantangan. Forum juga menjadi sarana untuk menyusun usulan kegiatan prioritas yang akan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan desa, khususnya di bidang kesehatan, gizi, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Bambang, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, hingga para orang tua.
"Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Kita memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, saya yakin angka stunting di Desa Pawalutan dapat terus ditekan," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil dan balita melalui pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
"Mari kita jadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama. Orang tua harus memastikan anak memperoleh asupan gizi yang baik, rutin datang ke Posyandu, dan memantau tumbuh kembangnya. Jika semua bergerak bersama, insyaallah kita dapat mewujudkan Desa Pawalutan yang bebas stunting," tambahnya.
Selain penyampaian materi dan diskusi, kegiatan juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi dasar penyusunan program prioritas desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Diakhir Bambang juga berharap hasil Rembuk Stunting tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Saya berharap seluruh hasil yang kita sepakati hari ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Mari kita terus bergandengan tangan demi menciptakan generasi Desa Pawalutan yang sehat, cerdas, berkualitas, dan menjadi kebanggaan di masa mendatang," tutupnya.
Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting ini, Pemdes Pawalutan kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program percepatan penurunan stunting melalui perencanaan yang partisipatif, pelaksanaan program yang terarah, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi yang baik, diharapkan upaya pencegahan stunting di Desa Pawalutan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.


