Desa Pawalutan
Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara
Perkuat Pelayanan Publik Digital, Pemdes Pawalutan Ikuti Studi Tiru ke Kotabaru
Kotabaru (Pemdes Pawalutan) – Dalam rangka memperkuat kualitas pelayanan publik berbasis digital, Pemerintah Desa (Pemdes) Pawalutan, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, mengikuti kegiatan studi tiru ke Desa Semayap dan Desa Sungai Taib, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Kegiatan dilaksanakan pada 14–17 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari inovasi dan praktik digitalisasi pelayanan desa guna mewujudkan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien bagi masyarakat. Sekretaris Desa (Sekdes) Pawalutan Alpiani menyampaikan bahwa studi tiru menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari pengalaman dan inovasi pelayanan yang diterapkan di desa tujuan.
“Studi tiru ini menjadi kesempatan bagi kami untuk saling berbagi pengalaman, khususnya dalam mengembangkan pelayanan publik berbasis digital yang dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Alpiani ketika ditemui di halaman Desa Sungai Taib Jum’at, 16 Oktober 2026.
Menurutnya, digitalisasi pelayanan publik menjadi salah satu upaya yang dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu membuat proses pelayanan lebih efektif dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi maupun layanan administrasi.
“Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan inovasi pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Desa masing-masing,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari wilayah Kecamatan Banjang dan Kecamatan Sungai Tabukan, terdiri dari Perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kunjungan ke Desa Semayap dan Desa Sungai Taib diharapkan memberikan gambaran mengenai praktik pelayanan publik yang dapat dipelajari dan diadaptasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong semangat berbagi pengetahuan dan memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Melalui studi tiru ini, peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat untuk diterapkan di wilayah masing-masing. Dengan demikian, digitalisasi dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
